Minggu, 30 Desember 2012

Faktor Density Independent Terkait dengan Pola Rekruitment




Keberhasilan dalam proses  rekruitmen ditentukan pada saat awal kehidupan ikan. Secara umum, stadia perkembangan yang utama terdiri dari tahapan stadia telur, larva, dan juvenile. Telur akan berkembang menjadi larva dengan kantung telur (yolk-sac larvae) yang belum berkembang dan kemudian berenang dengan lemah serta menggantungkan pada persediaan telur sebagai makanan sambil terus mengalami perkembangan . secara bertahap akan berkembang menjadi larva yang kemudian mengalami perkembangan yang akan mendekati karakter atau bentuk tubuh dewasa.
Survival (kelulushidupan) adalah jumlah ikan yang hidup pada akhir periode relatif dengan jumlah yang hidup pada awal periode. Gulland (1969) menyatakan bahwa recruitment adalah proses ikan muda masuk dalam area eksploitasi dan pertamakali kontak langsung dengan alat tangkap. Rekruitment dibagi atas dua yaitu pre-rekruitment dan post-rekruitment. Pre-rekrikment yaitu fekunditas, larva, dan juvenile sedangkan post-rekruitment yaitu masuk pada fase eksploitasi.
Hubungan stok dewasa denagn recruitment adalah sebagai berikut :
1.      Tidak ada pemijahan dan tidak ada recruitment
2.      Semua populasi adalah kapasitas untuk tumbuh kecuali yang punah
3.      Populasi itu jumlahnya terbatas merupakan faktor alam kecuali mortalitas



MORTALITAS PREREKRUITMEN

Mortalitas pre-rekruitment dibagi atas 2 yaitu :
1.      Density independent (Kepadatan independent) adalah suatu proses pengaturan populasi ikan dalam suatu habitat dimana hal ini tidak dipengaruhi oleh kepadatan Density Independent Dipengaruhi Oleh Banjir, Kering, Suhu Ekstrim, Pencemaran,Tidak Dapat Diramal, Tidak Tingkat Kepadatan.
2. Density Dependentdi Pengaruhi Dengan Cara Mengatur Populasi  Dalam Jangka  Panjang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar